Yang lebih berharga dari sekedar NEM

Nilai butir ini
(0 pemilihan)

Bahwa ilmu pengetahuan telah “hidup” di dalam diri Itsar Nur Fuadi, putra kami yang baru menyelesaikan pendidikan dasarnya di Sekolah Alam Bogor tahun 2010 ini, merupakan suatu pencapaian yang sangat berharga, bahkan lebih berharga daripada angka NEM yang berhasil ia capai. Ini bukan hasil kerja instant 1-2 jam atau 1-2 hari. Sejak Itsar usia dini, kami sudah berkolaborasi dengan guru-guru di TK Alam Lembah Parigi (cikal bakal Sekolah Alam Bogor) untuk memfasilitasi proses tumbuh kembangnya. Kami memilih sekolah ini karena sesuai dengan gaya belajar Itsar yang cenderung kinestetik dan karena pada waktu itu baru TK ini yang memakai pendekatan Multiple Intelligence di dekat rumah kami di Bogor. “Bacaan” Pak Agus Gusnul Yakin (waktu itu Kepala Sekolah TK Alam LP) tentang Itsar cocok dengan bacaan kami bahwa Itsar cenderung Cerdas Naturalis (menurut teori MI Howard Gardner). Jadilah kolaborasi kami dimulai untuk memfasilitasi Itsar.

 

Ketika di sekolah Itsar diberi kesempatan untuk paling banyak bertanya sewaktu diajak ke kandang kambing; tiap hari manjat rumah pohon di sekolah; mengikuti kegiatan “outbond” tiap hari Rabu; membaca buku-buku sains mulai dari buku bergambar sampai buku teks; “exited” bermain di pasir dan lumpur bersama guru dan teman-teman sekolah; menikmati berkebun sampai panen kangkung, bayam, terong, dll di kebun sekolah; kemping di alam tiap akhir smester; berkunjung ke bendungan, PLTA, Curug Luhur, museum diorama Monas, Buitenzorg Tour naik andong; belajar computer dengan Pak Bantar sampai bisa browsing internet sendiri mencari info dan gambar yang ia perlukan untuk bahan presentasi; magang di rumah produksi handicraft; bersemangat ekspedisi ke Gn Gede; kemudian di rumah ia difasilitasi untuk melahap majalah Kuark dan Orbit; nonton National Geographic dengan mata hampir tak berkedip; menikmati film “Starwars” dengan bimbingan langsung dari ayahnya; membaca dan mendiskusikan buku semacam “Atlantis: The Lost Continent Finally Found”; belajar “surfing” dengan komunitas surfing Karang Papak; jaringan di otaknya tumbuh dan berkembang pesat sesuai dengan tuntutan keunikannya.

Sekolah Alam sudah memberikan pengalaman-pengalaman yang tak bisa Itsar dapatkan di rumah untuk “membaca” alam dan belajar menjadi “khalifah” atasnya. Komunikasi yang terjalin antara kami orangtuanya dan guru-guru di sekolah berjalan lancar sehingga perkembangan Itsar terpantau dengan baik di rumah maupun di sekolah.

Subhanallah, ketika kami membaca catatan harian Itsar (yang ia tulis dalam kegiatan “diary writing” di sekolah), kami menyadari bahwa ilmu pengetahuan telah “hidup” dalam dirinya. Maka kami berterimakasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada Sekolah Alam Bogor yang telah sangat membantu kami mengasuh dan mendidik Itsar. Berikut ini adalah salah satu catatan harian Itsar yang menunjukkan bahwa materi pelajaran tentang system pencernaan telah terinternalisasi dan menjadi ilmu yang “hidup” dalam imajinasinya.

Petualangan Cupcake dalam Tubuh Raja

Suatu hari, ada Raja, dia lapar ingin makan snack, dan dia menyelenggarakan sayembara siapa yang akan dimakan raja. Pertama datang makanan basi. “Ah, basi …” Kemudian datanglah akhirnya cupcake, dan raja mencicipinya. Cupcake meluncur ke mulut raja dan dikunyah untuk cap taman perut raja. Dari sana ada tanda ←pencernaan pernafasan→ Cupcake masuk ke kanan tepat saat katup sudah akan menutup, kemudian ada dorongan dan dia terpental keluar, ternyata raja batuk heboh di luar. Kemudian beberapa saat kemudian cupcake disiram air, ternyata raja minum sehabis batuk tadi. Akhirnya sampai di ruangan besar berjudul “Lambung” di situ ada kolam air panas dan cupcake berendam di situ ternyata itu adalah asam! Tak sadar, cupcake hanyut ke pembuangan berjonjot di sana cupcake seakan disedot kebahagiaannya dia jadi tak berarti lagi dan dia ke tempat bernama “Usus Besar” disana ia disedot airnya sehingga ia dehidrasi dan merasa makin tak berarti lagi. Akhirnya ia melihat lubang keluar, karena stress ia merubah nama menjadi tinja.</I>

(Ditulis menjelang Graduation SD Angkatan Pertama Sekolah Alam Bogor , melengkapi kebahagian para orangtua murid yang merasa “lega” melihat hasil evaluasi belajar tahap akhir anak-anaknya di sekolah yang unik ini ternyata memenuhi tuntutan formal dari Diknas, bahkan mencapai kategori A (sangat memuaskan) untuk NEMnya. Alhamdulillah .. anak-anak kita bukan sekedar bermain atau “santai-santai”, tapi belajar dalam bermain, justru yang mereka butuhkan sesuai tahapan perkembangannya).

June 21, 2010

Baca 415600 kali Terakhir diubah pada Desember 07 2015
Sekolah Alam Bogor

Sekolah Alam Bogor bertekad menjadi sekolah percontohan tingkat nasional yang mengimplementasikan model pembelajaran terintegrasi berbasis alam dan potensi lokal. Untuk mewujudkan visi tersebut, Sekolah Alam Bogor terus menerus melakukan upaya perbaikan terutama pada tiga hal yang menjadi pilar kunci mutu sekolah, yaitu peningkatan kualitas guru, pengembangan metode pembelajaran yang efektif serta penyediaan sumber dan media belajar yang 

Selengkapnya di dalam kategori ini: « Pengertian Pendidikan Agama Islam

Sosial Media

Subscribe RSS Feeds
 Kontak Kami 

 

Email Newsletter

Masukkan Alamat Email Anda untuk berlangganan Artikel dari kami.

Visitor SAP

1.png3.png4.png4.png0.png3.png
Hari Ini21
Kemarin120
Minggu Ini706
Bulan Ini2518
Total134403

22 Juli 2017

Kontak

Alamat: Jl. P. Ash-Shogiri 150, Kel. Tanah Baru Kec. Bogor Utara. Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Phone: 0251- 8662 889 - Office: 0251- 8662 889